Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Prediksi Ketua Umum SH Terate: 2010 Pemimpin Banyak Dipermalukan Rakyat

Psikologi massa di tahun 2010 masih belum bergeser dari tahun 2009. Martabat pemimpin belum “dunung” pada ranah “panembah”. Dampaknya, kepercayaan rakyat masih jauh asap dari api. Bahkan, banyak pemimpin baik secara langsung maupun tidak langsung, dicaci maki oleh rakyat. Prediksi psikologi massa itu dilontarkan Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, saat berdialog dengan shteratecantrik, di kediaman beliau, awal tahun 2010. Tak biasanya Mas Madji, panggilan akrab H Tarmadji, kelontarkan prediksi seperti ini. “Hanya pemimpin yang bekerja dengan rajin, jujur, ikhlas dan tak pernah menuntut itulah, yang bakal selamat dan dicintai rakyatnya,” ujarnya. Kasus wapres Budiyono diteriaki maling oleh pengunjukrasa dalam acara pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) yang dihelat Pansus Centuri DPR RI, merupakan bukti kebenaran riil dari prediksi Tokoh Sejuta Pesona ini. Meski enggan menyebut nama-nama pemimpin yang bakal dipermalukan rakyatnya sendiri, Mas Madji, member

Tasyakuran Warga Baru Undang Ki Manteb Soedarsono

Gambar
SH Terate Pusat Madiun berencana menggelar acara wayangan semalam suntuk. Ini merupakan tradisi tahunan, kemasan acara tasyakuran warga baru SH Terate 1431 H. Dalang kondang Ki Manteb Soedarsono, sepakat memeriahkan acara tasyakuran. Panitia menjadwalkan, insya Allah pagelaran wayang kulit semalam suntuk itu dihelat di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, 14 Januari 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jajaran pengurus pusat sudah membentuk panitia yang didaulat mandegani acara ini. “Lakonnya sedang kami cari. Disesuaikan dengan situasi kondisi mutahir saat ini,” ujar Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,S.E. Sebagai organisasi pelestari kebudayaan bangsa, lanjut Mas Madji, panggilan akrab ketua umum SH Terate Pusat Madiun, SH Terate terpanggil untuk tetap nguri-nguri dunia pakeliran alias wayang kulit. Itu pula yang mendasari setiap acara tasyakuran warga baru, SH Terate pasti menggelar wayangan. “Sambil tirakatan di padepokan, kita bisa mengambil pelajaran budi

Ritual Pengesahan Warga Baru SH Terate

Gambar
Tepat pukul 21.00, Sasana Pendadaran Padepokan SH Terate Pusat Madiun, di Jl. Merak, mendadak berubah jadi senyap. Hiruk pikuk ratusan warga berpakaian sakral, serta merta terhenti. Sungguh, satu pun tidak ada pengunjung yang berpakaian lain. Semuanya serba sakral. Pakaian hitam-hitam, bersabuk mori. Sesaat kemudian dari pengeras suara yang dipasang, terdengar pengumuman dari pembawa acara, bahwa Ritual Pengesahan Warga Baru SH Terate 1413 H, segera dimulai. Keheningan, menyeruak ke permukaan. Ratusan warga baru yang hendak disyahkan duduk bersila, mengitari gunungan uba rampe. Sementara, Dewan Pengecer duduk di depan. Di pusat pasewakan agung, tampak jajaran Nawa Pandito. Kemudian disampingnya pengurus pusat dan panitia pengesahan serta warga senior. Kecuali Mas Sakti Tamat, yang berada di Jakarta, semua jajaran Nawa Pandito SH Terate hadir dalam Ritual Pengesahan Warga Baru SH Terate 1413 yang digelar di Padepokan. Mereka adalah, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, Drs. Moerdjoko HW, Ir. R