Postingan

Gempa Pacitan Terasa Banget di Wonogiri

Gempa bumi yang terjadi di 90 Km Barat Daya Pacitan, Jawa Timur, terasa banget hingga Purwantoro, Wonogiri. Getaran gempa membuat bangunan rumah di wilayah setempat bergetar cukup keras. Itu terjadi beberapa puluh menit lalu (19/8/23) pukul 01.29 WIB. BMKG menyebut, lokasi pusat gempa berada 90 Km Barat Daya Pacitan, Jawa Timur, dengan kekuatan Mag: 5.0. Tepatnya di 8.99 LS, 111.06 BT, dengan kedalaman 10 Km. Kerasnya getaran, sempat menjagakan sejumlah warga yang sudah tertidur lelap. Mereka buru buru keluar rumah, takut terjadi gempa susulan. Sejumlah warga berlari ke arah gardu simkamling untuk menabuh kentongan. Prediksi BMKG, gempa malam ini tidak berpotensi Tsunami. Namun, masyarakat diharap tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa dusulan.(acs)

Ngelmu Tangkai Kembang Terate

Gambar
Tangkai daun bunga terate jika dilihat sekilas, tampak tidak begitu kokoh, cenderung ramping, ringkih, lentur dan lembek. Akan tetapi dia bisa bertahan hidup di danau yang luas dan dalam. Bahkan, sekalipun air danau itu pasang, meluap akibat banjir, bunga terate tidak terseret arus apalagi tenggelam. Dia hanya bergeser dari tempatnya semula. Kenapa bunga terate bisa bertahan sekokoh itu dan tidak terseret arus? Jawabnya, karena tangkai bunga terate panjang, lentur dan fleksibel. Lebih penting lagi, karena tangkai bunga terate kosong, tidak bermuatan apa pun, kecuali udara. Demikian Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, menjelaskan makna tersembunyi di balik keberadaan tangkai kembang terate. Mencermati misteri alam yang tersembunyi pada bunga terate, jelas Mas Madji, kita bisa mengambil pelajaran, jika eksistensi dan keberadaan diri kita ingin utuh, kokoh dan tidak terseret kemana-mana serta tidak tenggelam dalam arus persaingan global, maka tirulah sifat tangkai bu...

Tirakat Batin, Ngurang-Ngurangi dan Tapa Ngrame

Gambar
Sejatinya Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, ahli tirakat (tapa brata) . Namun pandai memformat lakunya itu hingga jarang diketahui orang lain. Bahkan orang-orang dekatnya banyak yang tidak tahu, manakala beliau tengah tirakat. ”Urip iku sejatine tirakat, nDik. Awakmu kudu pinter, ojo landep dengkul, ojo biyakyakan (Hidup itu sejatinya proses tirakat. Kamu harus pandai mengendalikan diri, mengevaluasi diri), ” jawabnya saat penulis menanyakan pandangan beliau soal laku tirakat. “Nek awakmu kepengin tirakat, tirakat batin. Balapan resik-resikan ati (Kalau kamu ingin tirakat, jalankan tirakat batin. Berlomba membersihkan hati). Dan itu bisa dilakukan kapan saja, sepanjang hidupmu,” katanya. Maksud tirakat batin, menurut Mas Madji, adalah bagaimana bisa mengkondisikan batin kita pada posisi nol, balant. Kosong tapi isi. Kosong dari segala lintasan permikiran terhadap segala bentuk perwujudan, kecuali wujud Allah. Bentuk laku yang paling sederhana adalah mengkondisik...

Ngelmu Mangan Gak Enak

“Golek warung sing gak enak,nDik! (Cari warung makan yang tidak enak, nDik)” Permintaan itu hampir dipastikan akan disampaikan Kang Mas KRH.H. Termadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, setiap kali melakukan perjalanan berdua, bareng penulis, ke luar kota. “Awakmu kesel to? Luwe pisan. Golek warung sing gak enak. Nek ruh yo sing paling gak enak! (Kamu capek to? Lapar pula. Cari warung makan yang tidak enak. Kalau kamu tahu, warung yang paling tidak enak di kota ini!” Awalnya, saya pribadi menganggap permintaan Mas Madji itu hanya guyonan (seloroh), untuk menghilangkan kepenatan setelah melakukan perjalanan cukup jauh. Namun, melihat kesungguhan kalimat beliau, saya pun akhinya yakin, permintaan tersebut serius. Jika kota tersebut pernah kami singgahi, saya langsung melambatkan kendaraan dan berbelok ke arah lokasi daerah kumuh di kota setempat. Pasalnya, mencari warung dengan cita rasa khas alias tidak enak, paling gampang dijumpai di daerah kumuh pinggiran kota. Kalau tidak disitu, ya ...

Jangan Bawa Politik ke Padepokan

“Kita berdarma di SH Terate tanpa pamrih. Maka SH Terate harus kita jaga. Jangan sampai kita punya pamrih jadi ketua agar jadi DPR RI. Kalau saya jadi ketua DPRD bukan karena dulu berdarma di SH Terate karena pamrih ingin jadi Ketua DPRD. Tapi, barangkali karena ketua umum SH Terate dipandang masyarakat baik, ya saya dipilih jadi ketua. Tapi saya tidak pernah minta tolong pada Kadang SH Terate untuk menjadikan saya sebagai ketua DPRD.” Wasiat tersebut disampaikan Kang Mas KRH.H.Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, pada acara refresing Warga Tingkat II, tepatnya di akhir kehidupan beliau, tahun 2015. Perlu diperjelas, Mas Madji pernah menjabat sebagai ketua DPRD Kota Madiun, periode 2004 – 2009. Penulis menjadi saksi hidup perjalanan beliau saat dipilih menjadi ketua dewan setempat. Ungkapan Mas Madji, “Saya tidak pernah minta tolong pada Kadang SH Terate untuk menjadikan saya sebagai ketua DPRD,” sebagaimana lead berita di atas benar adanya. Saat itu, penulis masih bekerja aktif seb...

Terbukti: Wasiat Mas Imam Pada Mas Madji

Kang Mas RM Imam Koesoepangat mesu budi (tirakat atau laku ikhtiar), melakukan puasa selama 7 (tujuh) hari tujuh malam di dalam kamar. Cintanya pada SH Terate mendorong Mas Imam meninggalkan kesenangan pribadi dan gemar melakukan tirakatan. Patut dicatat pula, sepanjang hidup Mas Imam, panggilan RM Imam Keosoepangat, tidak berkeluarga. Alasannya, beliau ingin intens mengurus SH Terate. Beliau khawatir, jika berkeluarga, perhatiannya pada SH Terate akan terbagi. Tapi Mas Imam berpesan pada Keluarga Besar SH Terate, jangan sekali-kali meniru jalan hidupnya. Karena, jalan hidup masing-masing orang itu berbeda. Sesuai kodrat irama-Nya. Sebelum masuk ke dalam kamar, Mas Imam meminta Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE menjaga di depan pintu. Setidaknya, sering niliki (mengecek). Beliau berpesan, kalau di hari ke-7 (tujuh) tidak keluar, Mas Madji diminta mendobrak pintu kamar dan masuk ke dalam. Seperti pesan Mas Imam, saban hari Mas Madji, panggilan Mas Tarmadji, datang...

Penampakkan Malaikat di Kahyangan Wonogiri

Gambar
(Aura Malaikat apa Jin ini? Atau error close up?) Jangan buru-buru tuding ini berita hoak. Yang pasti, saya masuk ke Objek Wisata Kahyangan, Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, Selasa, 8 Agustus 2013, sekitar pukul 14.10 WIB. Tujuannya hanya pengin lihat kayak apa sih Objek Wisata Kahyangan, Dlepih itu? Matahari terik. Maklum, sakarang ini lagi di klimak kemarau. Sekalipun suasana di objek wisata ini cukup ritmis, namun kegerahan terasa. Sengatan matahari terbukti mampu menghalau hawa sejuk yang semestinya bisa saya rasakan di objek wisata ritual ini. Beruntung, suara gemericik dua mata air yang ada di lokasi setempat, mampu mengusir letih perjalanan puluhan kilo meter hingga saya bisa tida di sini. Sebelum masuk ke dalam objek wisata, saya sempatkan untuk berdialog dengan warga disable yang berprofesi sebagai petugas parkir di Kahyangan, Dlepih. Dia mengaku bernama Sutrisno, warga kelahiran daerah setempat tahun 70-an. Sosoknya cukup menyita perhatian saya. Pasalnya, mohon maaf, sekali...