Postingan

Tahta Sang Mutiara Hidup

Tahta Sang Mutiara Hidup (Telaah Mukadimah SH Terate – Bag 4) Pada pembahasan yang silam telah kami paparkan penafsiran Mukadimah SH Terate alenia pertama. Paparan itu kami sajikan secara bersambung dalam 4 (empat) kupasan. Tujuannya agar mudah dipahami. Dalam paparan kali ini penulisan mencoba menafsirkan Mukadimah SH Terate alenia kedua. Semoga bermanfaat.(andi casiyem sudin) 5. Alinea ke dua Mukadimah SH Terate berbunyi : (5) SETIA HATI sadar meyakini akan hakiki hayati itu dan akan mengajak serta para warganya menyingkap tabir/tirai selubung hati nurani dimana "SANG MUTIARA HIDUP" bertahta. Di dalam hati nurani manusia bertahta Sang Mutiara Hidup atau disebut apa saja yang penting ialah pokok pengertian bahwa hikmat hidup itu ibarat percikan air samodra hidup atau ibarat percikan seberkas sinar dari matahari, yang menjadi sumber dari segala peri kehidupan. Dijelaskan oleh Kang Mas Soetomo Mangkoedjjo dan Kang Mas Darsono, untuk memiliki ini tidak perlu bersu...

Kesenangan di Bumi Hanya Rangka

Kesenangan di Bumi Hanya Rangka (Telaah Mukadimah SH Terate - Bag 3) Tulisan ini adalah lanjutan dari tafsir Mukadimah SH Terate alenia pertama. Sebelumnya telah kami coba paparkan menafsiran terhadap kalimat pertama, kedua dan ketiga dalam alenia pertama. Telaah tersbut kami turunkan dalam dua tulisan dan telah kami posting di Blog shteratecantrik.blogspot.com. Semoga tullisan ini pun bermanfaat bagi pembaca. (andi casiyem sudin) 4.Alinea pertama kalimat keempat Mukadimah SH Terate berbunyi : (4) Namun tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati nuraninya . Sebelum masuk ke wilayah mukadimah, sekedar referensi dihadirkan disini devinisi hati. Hati berasal dari bahasa Arab qal-bun yang artinya jantung. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jantung adalah bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah (letaknya di dalam rongga dada sebelah atas). Menurut Imam Al-Ghazali, hati memiliki dua definisi,...

Menuju Keabadian Causa Prima

Gambar
Menuju Keabadian Causa Prima (Tafsir Mukadimah SH Terate -Bag 2) Pada pembahasan lalu telah dipaparkan menafsiran terhadap kalimat pertama alenia pertama Mukadimah SH Terate “Bahwa sesungguhnya hakekat hidup itu berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju kesempurnaan," . Menyambung telaah atas tafsir alenia pertama tersebut, dalam bagian ini penulis mencoba memaparkan manafsiran terhadap kalimat kedua. Yakni " demikian pun kehdiupan manusia sebagai makhluk Tuhan." (2) Alinea pertama kalimat kedua Mukadimah SH Terate berbunyi : (2) “demikianpun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan” Demikian pun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan, yakni sesuatu yang diciptakan oleh Sang Pencipta (Kholik). Manusia merupakan makhluk holistik, yang tidak hanya memiliki fisik, tapi juga kompleks, seperti memiliki unsur psikologis, sosial dan juga spritual. Sebagai makhluk psikologis, manusia punya unsur kejiwaan, seperti senang, sedih, bahagia dan lain sebagain...

Arti Mukadimah SH Terate

Gambar
Kebahagiaan Abadi Terlepas Rangka dan Suasana (Tafsir Mukadimah SH Terate- Bag 1) Pengantar Dalam menelaah Mukadimah AD/ART Persaudaraan Setia Hati Terate (selanjutnya hanya ditulis Mukadimah SH Terate), penulis mencoba melakukannya dengan beberapa model pendekatan. Pertama pendekatan sosiolinguistik, yakni pendekatan perwujudan struktur atau elemen bahasa dengan faktor-faktor sosiokultural yang menjadi objek kalimat. Kedua, pendekatan tematik langsung dari narasumber terpercaya, dalam hal ini Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, penghayat sekaligus pelaku “ngelmu” Setia Hati, dan sumber terpercaya lainnya. Sebut misalnya, Ir. RB Wijono. Beliau sekarang menjabat sebagai Ketua Majelis Ajar Persaudaraan SH Terate (Jakarta). Pendekatan ketiga adalah mendekatan melalui jalur referensi emanent, dengan referensi firman dalam Kitab Suci, sebagai dasar kajian __ yang penulis yakini___ memiliki akurasi kebenaran tak terbantahkan. Keempat, pendekatan melalui jalur referen...

Tahun Songo SH Terate Kembali Rukun

Sekadar ngleremke ati, agar nafas kita gangsar, sedikit penulis sampaikan prediksi Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, semasih hidup, ketika kemelut pedut menyelimuti Pedepokan SH Terate. Sepeninggal beliau, padepokan bakal dibawa kemana mana.” Saudara-saudara kita salah persepsi, dikira SH Terate bisa dibawa kemana-mana. SH Terate itu ada di mana-mana, tapi tidak akan kemana-mana. Ning ora suwe nDik. Ora suwe wis mbalik neh. Banyak saudara kita yang tercecer, bingung menentukan pilihan,’’ katanya. Setelah diam agak lama, beliau melanjutkan, Persaudaraan Setia Hati Terate akan kembali menemukan kedamaiaan di tahun yang bilangan angkanya jika dijumlah ketemu angka sembilan.”Nek wis teko angka sanga, nDik. Angka tahun iku nek dijumlah sanga. SH Terate lerem,” katanya. Prediksi ini disampaikan (alm) Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, sekitar seratus hari sebelum beliau wafat.(andi casiyem sudin) ---------------- "Aja Seneng Gawe Ala Ing Liyan,...

Ke SH Terate Apa Yang Kamu Cari?

Kami keluar dari Keraton Solo (Surakarta Hadiningrat) sekitar pukul 02.30 WIB. Suasana kota legendaris itu sudah terlelap. Hanya ada satu dua kendaraan melintas, berlawanan arah. Sorot lampunya menyilaukan mata. Mobil sengaja saya jalankan dengan kecepatan sedang. Rasa pegal di punggung masih mengganjal. Kang Mas KRH. H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE, saya lihat beberapa kali ngleluk boyok . Memasuki kawasan Pasar Gede, mobil saya perlambat lagi, memberi keleluasaan Mas Madji, panggilan KRH.H Tarmadji Boediharsono, menikmati lampion . Bias cahaya kemerahan dari lampion menyajikan nuansa ritmis. Saya masih ingat mulai masuk ke Gerbang Keraton sekitar pukul 22.15 WIB. Dua jam perdana dipergunakan untuk diskusi. Dua jam berikutnya, kami tenggelam dalam doa, samadi bersama. Yakni Gusti Mung, Kanjeng Edi Wirabumi, Mas Madji, KRT Sinto dan saya (Andi Casiyem Sudin-Penulis). Malam itu, kehadiran kami, diterima KRT. Sinto, punggawa Keraton. Kami kemudian dipersilakan menunggu ...