Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 6, 2023

Terbukti: Wasiat Mas Imam Pada Mas Madji

Kang Mas RM Imam Koesoepangat mesu budi (tirakat atau laku ikhtiar), melakukan puasa selama 7 (tujuh) hari tujuh malam di dalam kamar. Cintanya pada SH Terate mendorong Mas Imam meninggalkan kesenangan pribadi dan gemar melakukan tirakatan. Patut dicatat pula, sepanjang hidup Mas Imam, panggilan RM Imam Keosoepangat, tidak berkeluarga. Alasannya, beliau ingin intens mengurus SH Terate. Beliau khawatir, jika berkeluarga, perhatiannya pada SH Terate akan terbagi. Tapi Mas Imam berpesan pada Keluarga Besar SH Terate, jangan sekali-kali meniru jalan hidupnya. Karena, jalan hidup masing-masing orang itu berbeda. Sesuai kodrat irama-Nya. Sebelum masuk ke dalam kamar, Mas Imam meminta Kang Mas KRH.H. Tarmadji Boedi Harsono Adinagoro,SE menjaga di depan pintu. Setidaknya, sering niliki (mengecek). Beliau berpesan, kalau di hari ke-7 (tujuh) tidak keluar, Mas Madji diminta mendobrak pintu kamar dan masuk ke dalam. Seperti pesan Mas Imam, saban hari Mas Madji, panggilan Mas Tarmadji, datang

Penampakkan Malaikat di Kahyangan Wonogiri

Gambar
(Aura Malaikat apa Jin ini? Atau error close up?) Jangan buru-buru tuding ini berita hoak. Yang pasti, saya masuk ke Objek Wisata Kahyangan, Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, Selasa, 8 Agustus 2013, sekitar pukul 14.10 WIB. Tujuannya hanya pengin lihat kayak apa sih Objek Wisata Kahyangan, Dlepih itu? Matahari terik. Maklum, sakarang ini lagi di klimak kemarau. Sekalipun suasana di objek wisata ini cukup ritmis, namun kegerahan terasa. Sengatan matahari terbukti mampu menghalau hawa sejuk yang semestinya bisa saya rasakan di objek wisata ritual ini. Beruntung, suara gemericik dua mata air yang ada di lokasi setempat, mampu mengusir letih perjalanan puluhan kilo meter hingga saya bisa tida di sini. Sebelum masuk ke dalam objek wisata, saya sempatkan untuk berdialog dengan warga disable yang berprofesi sebagai petugas parkir di Kahyangan, Dlepih. Dia mengaku bernama Sutrisno, warga kelahiran daerah setempat tahun 70-an. Sosoknya cukup menyita perhatian saya. Pasalnya, mohon maaf, sekali

3 WASIAT MAS MADJI KEPADA WARGA SH TERATE

Saya Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, berwasiat: Pertama: Bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju kesempurnaan. Demikian pun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang terutama hendak menuju ke-keabdian kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat, namun tidak semua insan menyadari bahwa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati sanubarinya. Mengemban amanat priambol SH Terate alesnia pertama itu, saya berwasiat kepada Keluarga Besar SH Terate untuk terus berjuang membersihkan hati, sehingga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberi cahaya kasih, sinar timbal balik, sebagai bekal berdharma untuk mengamalkan ajaran Setia Hati guna membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua: Bahwa Setia Hati sadar dan mangakui hakiki itu dan akan mengajak serta para warganya menyingkap tabir/tirai